• Pemanis Kata

    Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu

  • Pemanis Kata

    Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

  • Pemanis Kata

    Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.

  • Pemanis Kata

    Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

  • Pemanis Kata

    Cinta tak memberikan apapun, kecuali keseluruhan dirinya, utuh penuh, dia pun tak mengambil apa - apa, kecuali dari dirinya sendiri. Cinta tak memiliki ataupun dimiliki. Karena cinta telah cukup untuk cinta.

KISAH KEAJAIBAN : SEORANG ISTRI DAN PENGEMIS

0 comments

Pada suatu hari sepasang suami isteri sedang makan bersama di rumahnya. Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan pengemis itu, si isteri merasa terharu dan dia bermaksu
d hendak memberikan sesuatu.
Tetapi sebelumnya sebagai seorang wanita yang patuh kepada suaminya, dia meminta izin terlebih dahulu kepada suaminya, "Suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu ?".

Rupanya suaminya memiliki karakter berbeda dengan wanita itu. Dengan suara lantang dan kasar menjawab, "Tidak usah! usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si isteri terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia berlalu dengan kecewa.

Pada suatu hari yang naas, perdagangan lelaki itu jatuh bangkrut. Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena ketidakcocokan sifat dengan isterinya, rumah tangganya menjadi berantakan sehingga terjadilah perceraian.

Tidak lama sesudahnya bekas isteri yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang dikota dan hidup berbahagia. Pada suatu ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada suaminya, "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?". Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".

Setelah memberi makanan kepada pengemis itu isterinya masuk kedalam rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya kepadanya, "Mengapa engkau menangis? apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu memberikan daging ayam kepada pengemis itu?".

Wanita itu menggeleng halus, lalu berkata dengan nada sedih, "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan takdir yang sungguh menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada diluar itu ?............ Dia adalah suamiku yang pertama dulu."

Mendengar keterangan isterinya demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya, "Dan, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini?.................. Aku adalah pengemis yang dulu diusirnya!".

Roda hidup selalu berputar. Anda tidak akan pernah tahu posisi Anda akan diatas atau di bawah.

Renungan :
"Jangan Bersikap Sombong ketika berada diATAS, tebarkan perbuatan baik dimana - mana maka anda akan menerima balasannya" 

Read More »

HIKMAH AZAN DAN IQAMATKAN ANAK YANG BARU DILAHIRKAN

0 comments

Ada pelajaran penting yang perlunya kita segerakan kepada anak kita setelah ia lahir ke dunia. yang mana ia belum mendengar kalimat-kalimat yang lain; apatah lagi kalimat yang buruk. Maka, marilah kita perdengarkan kepada anak kita sebuah kalimat yang paling penting di dalam agama kita, yakni kalimat syahadat dan atau kata lainnya kalimat tauhid. 

Dalam hal ini perlu kita membacakan azan di telinga kanannya dan bacaan iqamat solat di telinga kirinya. Sudah tentu, cara membacakannya tidak selantang sebagaimana azan dan iqamat solat di masjid; cukup dengan suara yang rendah dan merdu saja.

Mengenai pentingnya membaca azan setelah bayi dilahirkan ini dapat kita lihat dari beberapa hadis berikut:

Abu Rafi’ telah berkata, “Aku melihat Rasulullah Saw. mengazankan di telinga Al-Hasan bin Ali saat baru dilahirkan oleh ibunya, Fatimah.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi).

“Rasulullah Saw. membaca azan di telinga Al-Hasan (cucunya) ketika Fathimah melahirkannya.” (HR Tirmidzi; hadis ini hasan sahih).

Ibnu Abbas telah berkata, “Sesungguhnya Nabi Saw. mengazankan Al-Hasan bin Ali di telinganya pada kelahirannya. Beliau azan di telinga kanannya dan iqamat di telinga kirinya.” (HR Baihaqi).


Hikmah Adzan dan Iqamah Shalat

Banyak sekali hikmahnya ketika seseorang membacakan azan dan iqamat solat setelah anak dilahirkan. Menurut Ibnu al-Qayyim dalam kitab Tuhfat Al-Maudud fî Ahkam al-Maulud, disebutkan bahwa di antara hikmah azan di telinga bayi ini adalah untuk mengajarkan kepada bayi tentang kebesaran Tuhannya sekaligus meneguhkan kalimat tauhid ke dalam jiwanya semenjak dia dilahirkan ke dunia ini. Di samping itu, menurut Ibnu al-Qayyim, ia sebagai pelindung dari gangguan syaitan atau jin jahat yang selalu mengacau anak manusia semenjak dilahirkan.

Ya, setiap anak yang baru dilahirkan, selalu diganggu oleh syaitan atau jin jahat. Itulah sebab mengapa ketika anak yang dilahirkan terus menjerit atau menangis. Menurut Rasulullah Saw., hal itu disebabkan diganggu oleh syaitan. Mengenai hal ini dapat kita ketahui dari sebuah hadis, yakni dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda:

“Jeritan bayi saat keluar (dilahirkan) adalah kerana tusukan syaitan.” 
(HR Bukhari, Muslim, dan Thabrani).

“Tidak ada seorang anak Adam pun yang baru dilahirkan, melainkan syaitan menyentuhnya saat kelahirannya sehingga ia menangis kerana sentuhan syaitan itu, kecuali Maryam dan putranya.” (HR Bukhari dan Muslim).


Pentingnya Memohon Perlindungan kepada Allah Swt.

Sebagai orangtua yang sangat mencintai anak, sudah tentu kita tidak rela kalau anak kita diganggu oleh syaitan atau jin jahat. Kita tidak ingin kalau anak kita sejak kecil sudah berada dalam pengaruh keburukan syaitan. Oleh sebab itu, kita mesti perlu berlindung kepada Allah dari gangguan syaitan ini.

Mengenai pentingnya berlindung kepada Allah Swt. dari gangguan syaitan ini, terutama bagi anak-anak kita yang baru dilahirkan, telah disampaikan di dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

“Maka tatkala istri ‘Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata: ‘Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (QS Ali ‘Imran [3]: 36).

Kepada siapa lagi kita memohon perlindungan kalau tidak kepada Allah Swt. Sungguh, sikap memohon perlindungan ini sangat perlu untuk kita lakukan kerana syaitan sentiasa berusaha untuk mengganggu kita. Apatah lagi anak kita yang baru masih bayi; yang belum tahu apa-apa kecuali hanya menangis ketika digoda oleh syaitan, betapa sangat penting bagi kita untuk memohonkan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan ketika anak kita baru dilahirkan. Dan, salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan membacakan azan dan iqamat di telinganya setelah ia dilahirkan.

Dalam hal ini, marilah kita perhatikan sebuah hadis, yakni Husain bin Ali r.a. berkata bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:

“Barang siapa yang dilahirkan seorang bayi baginya, kemudian ia mengucapkan azan di telinga kanannya dan iqamat solat di telinga kirinya, maka Ummu Sibyan [setan atau jin jahat yang suka mengganggu anak-anak] tidak akan membuatnya dalam bahaya.” (HR Baihaqi dan Ibnu Sunni).


Siapakah yang Mengumandangkan

Orang yang diutamakan untuk mengumandangkan azan dan iqamat solat adalah orang tuanya, dalam hal ini adalah ayahnya. Lalu, muncul pertanyaan, bagaimana jika ayahnya tidak pandai membaca azan dan iqamat solat? Inilah perlunya bagi seorang calon ayah untuk belajar terlebih dahulu sebelum anaknya lahir ke dunia ini.

persoalannya, bagaimana jika ayahnya tidak tahu atau memang tidak berada ketika anak dilahirkan? Bila maklum keadaannya seperti ini, azan dan iqamat boleh dilakukan oleh abangnya, ahli keluarga yang lain, atau siapa yang boleh melakukannya. Sungguh, mengumandangkan azan dan iqamat solat di telinga bayi yang baru dilahirkan ini meskipun hukumnya sunnah, namun kalau boleh janganlah ditinggalkan perkara sebegini. Hal ini dipandang penting, terutama kaitannya dengan pendidikan tauhid bagi anak dan sebagai permohonan perlindungan sang anak agar tidak diganggu oleh syaitan atau jin jahat.

Demikianlah semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk kita bersama.

Salam bahagia,

Akhmad Muhaimin Azzet

Read More »

Khusyukkah Kita ?

1 comments

Kenapalah susah sangat kita nak fokus & beri perhatian dalam solat? Tiap kali nak solat confirm hati susah nak fokus, kadang-kadang fikiran kita sering kali melayang memikirkan hal-hal seharian yang sudah atau akan kita lakukan seterusnya sampai kita sudah terlupa berapa jumlah rakaat yang telah dikerjakan. Terkadang kita tidak memahami apa yang kit abaca dalam solat kerana kurangnya focus dalam bacaan kerna hati tidak hadir dalam khyusuknya solat dan fikiran melayang entah kemana.

Macam tulah kita manusia, sesetengah dari kita ni jasad dan lidah yang melakukan solat tetapi hati tidak hadir bersama dalam solat. Ini namanya lalai.
Sepertimana dalam firman Allah: “Maka celakalah orang yang solat iaitu orang-orang yang lalai terhadap solatnya”- Surah Al-Ma’un: 4-5
Oleh itu supaya kita tidak tergolong dalam golongan yang lalai dalam solat, kita terlebih dahulu kena have a check-up on our heart, sejauh mana hati tu hadir dalam solat.

  1. Pemahaman Khyusuk
Khyusuk adalah spertimana mana kata Saidina Umar r.a terangkan: “Khyusuk itu bukan menundukkan kepala, tetapi khyusuk itu dalam hati” dan menurut Imam Ghazali pula: “khuysuk kehadiran hati, kosentrasi, rasa tunduk, pasrah dan kehormatan yang tinggi kepada Allah”. Oleh itu Khyusuk itu adalah cirri utama dalam konsentrasi solat, termasuklah konsentrasi dalam bacaan solat dan perbuatan dalam solat.

2.  Fungsi dan kebaikan khyusuk dalam solat

Fungsi utama khyusuk itu adalah pembersihan hati dan akal kerana dengan hadirnya khyusuk maka akan lebih dekatlah kita kepada Allah di dalam solat. Kita akan merasa lebih mudah untuk ‘berbicara’ dengan Allah sebab hati lebih dekat dan bersih ketika dalam solat.

Kebaikan khusyuk itu adalah membersihkan hati, bererti membersihkan hati dari sifat-sifat tercela terutama ria’ dan takabbur serta lalai dan munafik. Khyusuk boleh dikatakan sebagai elemen utama dalam solat yang mampu mencegah penyakit-penyakit hati tersebut diatas.

Menurut ustaz Dr. Farhan Hadi, Khyusuk juga dapat melatih diri sabar kerana menurut beliau dengan member konsentrasi dalam tempoh yang lama juga dapat melatih manusia untuk menjadi lebih sabar dalam menghadapi pelbagai masalah dan cabaran dalam kehidupan sehari-hari.

Panduan menghilangkan halangan yang dapat menggangu kekhusuyukan solat menurut Dr. Abdullah Aidh Al-Qarni:
  1. Menghilangkan sesuatu yang dapat menganggu orang solat- seperti pemasangan tirai solat atau sejadah yang bergambar yang boleh menggangu konsentrasi solat
  2. Tidak solat memakai pakaian yang berhias, mempunyai tulisan, bergambar,warna-warni yang boleh menganggu orang lain dan diri kita
  3. Jangan solat sementara hidangan telah tersedia. Kita tidak akan solat dengan khusyuk kerana hati kita akan teringat pada makanan itu
  4. Jangan menahan kencing atau buang hajat ketika solat kerana menurut sabda Rasulullah: “Tidak boleh solat sedangkan makanan telah tersedia di hadapannya dan tidak boleh juga solat padahal ia menahan kencing atau buang hajat”
  5. Jangan solat dalam keadaan mengantuk. Sabda Rasulullah s.a.w: “Bilamana salah seorang di antara kamu yang mengantuk, tidurlah sehingga hilang mengantuk baru solat”
  6. Tidak solat dibelakang orang sedang berbicara atau tidur. Hal ini jelas dapat menganggu khyusuk, apalagi jika ucapan dilakukan dengan suara yang keras
  7. Tidak menyibukkan diri dengan membersihkan (kotoran, pasir) yang terdapat pada tempat sujud ketika solat. Hendaklah hal ini dilakukan sebelum solat
  8. Jangan mengingat sesuatu yang menimbulkan atau membangkitkan nasfsu syahwat atau kemarahan.
Itulah diantarpanduan untuk mendapatkan khyusuk solat yang digaris-pandukan oleh Dr. Al-Qarni yang sedikit sebanyak boleh di aplikasikan dalam memperbaiki tahap kekhyusukan kiat dalam bersolat.

Insha Allah moga kita juga tergolong dalam orang-orang yang memperolehi khyusuk yang hakiki yang mendekatkan hati kita kepada Allah ketika dalam solat dan memperolehi ganjaran khyusuk itu sepertimana yang Allah katakan: “Sesungguhnya orang yang beriman, iaitu orang yang khyusuk dalam solatnya, mereka itulah yang akan mewarisi syurga Firdaus dan mereka kekal di dalamnya”- Al-Mukminun: 1-3.


Read More »

Kisah Benar Lelaki Tua Berkain Pelikat Ini Akan Buatkan Anda Fikir Semula Tentang Kehidupan

0 comments
Cerita ini asalnya dikongsikan oleh seorang pengguna Facebook, Dato’ Roslan Ab Hamid. Dan ia mendapat perhatian ramai dengan menerima jumlah like dan komen yang tinggi. Cerita ini memberi inspirasi kepada orang ramai bagaimana mahu hidup dengan lebih bermakna di atas muka bumi ini. Kami kongsikan kisah Lelaki Tuan Berkain Pelikat ini di bawah. Enjoy!
****
Saya jumpa lelaki tua ini. Selalu lepas Asar dia iktikaf di masjid.
Baca al Quran. Umur 70an. Duduk rumah dekat masjid.
Rumah agam besar dan menarik.
Hartanya disana sini, bangunan komesil tengah bandar. Milikan RM35juta. Pendapatan pasif kutip sewa RM70,000 sebulan. Belanja RM20,000. RM50,000 sedekah dan infaq.
Dia tenang bersendirian melayani anak cucu.
Saya mahu ambil gambar. Dia menolak. katanya malu.
Saya minta formula. Dia berikan 15. Saya catat dan mahu kongsikan. Bolehkah saya kongsikan?
#1 – Pertama, dia kata muliakan ibu bapa. Doa ibubapa adalah segala galanya. Ia tiada hijab terus termakbul. Raikan ibubapa. jaga mereka sepanjang usia. Doakan mereka apabila telah tiada.
#2 – Jaga masa. Ia datang dan berakhir. Urus masa antara 5 waktu solat. Atur kerja dengan sebaik cara. Pada setiap waktu ada perkara yang kita mulakan. Ada di masjid sebelum azan. masuk waktu terus solat. Selepas solat bertebaran berusaha cari rezeki.
#3 – Berdoa dengan khusyuk. Serah pada Allah. Tawakal. Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.
#4 – Namun begitu kena usaha. Usaha pagi petang siang malam. Usaha sungguh sungguh. Usaha bermula dengan pasang niat. Lepas itu buat buat buat. Sampai dapat. Tidak dapat, usaha lain pula. Masa buat baca al Quran. Maka dia pun nasihatkan saya,
“Orang yang membaca surah Al-Ikhlas satu kali sama ganjarannya dengan memperoleh ganjaran membaca sepertiga Al-Quran. Jadi jika membaca surat Al-Ikhlas tiga kali mendapat ganjaran seperti membaca satu Al-Quran.
Rasulullah SAW pernah bertanya “Siapakah antara kamu yang dapat khatam Qur’an dalam jangka masa dua-tiga minit?” Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah UmarAl Khattab r.a telah mengatakan adalah mustahil untuk mengatam Qur’an dalam begitu cepat.
Ali Abi Talib r.a pun membaca surah Al-Ikhlas tiga kali.Rasulullah SAW menjawab dengan mengatakan bahawa Saiyidina Ali betul.
Membaca surah Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 juzuk kitab Al-Quran. Apabila membaca surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali khatamlah Quran kerana ianya sama dengan membaca 30 juzuk Al-Quran.
Sabda Rasullullah SAW: “Sesiapa membaca ‘Qul huwAllahu Ahad’ sebanyak 3 kali, dikurniakannya pahala seperti pahala orang yang membaca Al-Quran sekali khatam.”
Lelaki tua itu berkata, mulut dia tidak berhenti baca surah al Ikhlas. Kadang kadang sampai 1000 kali sehari. Dan tiap lepas asar masa dia iktikaf dan baca Al Quran.
#5 – Jaga Kesihatan. Jaga kesihatan. jaga kesihatan. Banyak berjalan kaki. Banyak. minum air masak atau air mineral. Jaga makanan.Kata lelaki tua ini lagi:
#6 – Hidup kena buat target. Ada wawasan. Ikat perut. Usah membazir. Mula dengan makanan. Makanan dan minuman mesti habiskan. Usah lagak orang kaya, padahal kita teman pada syaitan. Sentiasa belanja orang. Makan dikedai kecil. Perhatikan kebersihan kedai. Apabila bersih masuk. Disitu kita temui ramai orang susah. Belanja mereka..
#7 – Waktu maghrib usah ada atas jalan. Apabila dalam perjalanan berhenti. Cari masjid. Apabila dirumah, tutup pintu rapat rapat. Malam buang sampah sarap. Basuh pinggan mangkuk. Pastikan semua teratur sebelum tidur. Gunakan waktu antara maghrib dan isyak untuk tuntut ilmu agama. Boleh dengar orang mengajar. Boleh juga baca kitab. Lepas Isyak buat kira kira untung rugi. Siapkan bahan dan pakaian untuk kerja esok hari.
#8 – Usah takut jumpa orang. Walaupun 5 minit mahu berjumpa. Pergi sendiri. Usah pakai posmen apabila depani soal penting. Kita rangkak panjat bangunan. Tunggu. Biarlah kita ambil masa berhari hari perjalanan. yang penting sampaikan dengan tangan sendiri.Tenung mata dan baca “ayat ayat pengasih”. Hehehe. (Nota tambahan: Surah Yusuf: Ayat 4)
#9 – Balik malam, usah cakap penat. Usah cakap letih. Usah cakap sakit. Apabila sakit senyum. Allah sedang luruhkan dosa. Lepas sakit kita lagi bertenaga. Siapakah dalam dunia yang tidak pernah rasa sakit. Jatuh. dihina. Semua termasuk Rasulullah SAW. Namun, baginda ajar kita maafkan semua orang.
#10 – Niat mahu kaya. Niat mahu bantu ramai orang. Niat mahu jadi manusia berguna.Niat itu macam tulis surat. Dulu tiada internet, Macam tulis surat la. Salah tulis alamat akan sampai salah tempatlah surat itu. Maka tulis alamat betul betul. Niat mahu kaya, supaya kita dapat bantu ramai lagi orang. Mahu membahagiakan ramai orang.
#11 – Mula berniaga, usah buat pinjaman. Cukup dengan apa yang ada ditangan. Itu masa kita belajar. Berniaga ini seni. Kita sahaja tahu maksud lakaran. Terbakar tangan biasa. Namun, dengan duit sedikit kita tak rasa sangat panasnya. Usah samakan orang dengan kita. Mereka lain tak serupa.
(Kedai mula mula di mulut sahaja.) Senyum mesra, mulut manis. Usah sombong.sentiasa tegur dan sapa manusia. Kita berniaga dengan manusia.Berniaga dengan siapa sahaja. Andai kata kita kaki surau. Berniaga dengan orang surau tidak jadikan kita kaya. Berniaga dengan semua orang walaupun dia haprak keparat. Yang penting tunai. Ada duit kita cerita. Ada barang kita jual.
#12 – Modal kita adalah daya penarik yang pada diri kita. Daya penarik adalah ciri yang ada dalam diri yang buat orang lain rasa senang dengan kita. Cari ilmu tentang produk. Apabila orang tanya jawab dengan lancar dan petah. Jelas. sebut satu demi satu. Usah ragu ragu dan termanggu. Kongsi bukan jual. Ingat sentiasa kongsi dengan semangat membara. Orang jatuh cinta dengan semangat kita.
#13 – Apa lagi..ahaaa..masa mula niaga biar mendalam dulu. Usah cepat mahu melebar.Fahamkah apa pakcik cakap. Maksudnya biar berjaya satu demi satu. Apabila mula guna modal sendiri, kemudian buat sungguh sungguh sampai berjaya. Lepas dah nampak hasil, mula lebarkan. Masa itu boleh la mahu buat pinjaman. Kita sudah ada ilmu bisnes.
***
(Cukuplah tu. Masa ni Lelaki Tua Berkain Pelikat sudah mahu berhenti. Saya senyum peluk dia dan kata, “baharu ada 13 anak sungai di syurga. Tambah sampai 20″. Saya buat contengan kata dia dalam kepala)
***
#14 – Kita kena buat promosi apa jua yang kita bisnes. Produk tak boleh bercakap.Sejak bila pula lah produk boleh bercakap. Orang kena tahu apa yang kita buat. Caranya buka bank emosi dengan setiap pelanggan kita. Pelanggan yang puas hati datang lagi. Datang lagi. Sekarang pun Pak Cik masih buat bisnes sikit sikit. Perumahan. Pak Ciik buat lima rumah sekali siap. Siap baharu jual. Pak Cik buat cantik. Jual mahal. Orang beratur mahu beli. Jual barang siap. Usah jual barang dalam laut yang tidak tahu tersangkut pada pukat atau tidak. Tidak berkat begitu.
#15 – Apabila bisnes sudah maju, usah berlagak. Dahulu Pak Cik suka gunting rambut kedai Nawi. Dia tanya “Bagaimana Pak Cik mahu gunting rambut? Pak Cik jawab , “Dengan senyap senyap tapi cantik”. Anak fahamkah apa Pak Cik cakap ni? Jawab saya, “Faham Pak Cik, saya juga gunting rambut disitu sejak umur 15 tahun”. Hehehe. Maksudnya usah gosip sana gosip sini, balun orang sana balun orang sini. Usah peduli rambut atas kepala orang lain. Apa yang utama rambut kita tersisir rapi.Bijak anak ni. Apa nama? Yesss. Dia sudah tanya nama saya. Maknanya saya sudah dapat Mentor Lelaki Tua Berkain Pelikat.
#16 – Anak..ingat kita hidup sungguh sebentar, macam main bola sahaja. 90 minit tamatlah permainan. Itulah lebih kurang bandingan hidup didunia ini. Kita kejar bola. Cuba jaringkan gol. Apabila sampai tiupan wisel, tahulah keputusan. Apabila malaikat maut datang jemput kita, habislah kita. Ada dunia kekal abadi di sana. Usahlah kita berlagak sombong masa berjalan atas bumi Tuhan ini.
Paku yang nampak tidak rapat ke papan, akan diketuk oleh Tuan Rumah. Itulah perumpamaan hidupan. Rapat ke bumi. Sujud pada Tuhan.
Bacalah surah ar Rahman ayat 46, “Dan orang yang takut akan keadaan dirinya di mahkamah Tuhannya (untuk dihitung amalnya), disediakan baginya dua syurga”
#17 – Pak Cik bersyukur sampai ke tahap ini. Pak cik bersyukur. Syukur itu tandanya apabila Pak Cik rasa tak layak terima, namun Allah berikan juga. Pak Cik habiskan masa dalam waktu kecemasan ini dengan memandang yang memberi nikmat bukan pada nikmatnya. Anakku bersyukurlah. Masih punya masa mengatur tapak menjejaki orang hebat dalam agama.
Dunia ini tidak lebih dari sayap nyamuk sahaja. Usah letak dunia di hati. Tetapi berusahalah supaya dunia dalam genggaman tangan kita. Pak Cik pakai kereta besar, bukan untuk apa namun Pak Cik mahu menikmati apa rasa sayap nyamuk itu. Kalau sayap nyamuk itu sudah rasa nikmatnya, bayangkan nikmat di syurga.
#18 – Anak… Apabila mahu makan nasi, dapatkan beras. Cakap cakap dan sembang sembang tidak hasilkan beras. Rajin usaha. sampai waktu solat. Solat itu tiang agama. Usah terjerat dengan penyakit umat akhir zaman. Mereka cintakan dunia. Takutkan mati. Hakikatnya mati itu pasti. Namun, jangan kerana takutkan mati duduk atas masjid semata mata dan harapkan hidangan turun dari langit.
Tidak boleh begitu. Cuba beri masa untuk semua perkara. Umur macam Pak Cik sekarang, hari hari biasa, 6 jam tidur. 6 jam bekerja. 6 jam duduk atas masjid. 6 jam bersama anak cucu cicit. Anak, ada Pak Cik ingat, Nabi SAW sebut, “Peliharalah lidahmu, luaskan rumahmu dan tangislah dosamu”. Cuba anak check siapa perawinya. (nota: Hadis riwayat at Tirmizi)
#19 – Anakku kita bukan orang sufi. Mereka lain. Kita orang biasa,
“Apabila kemiskinan datang bertandang mengetuk di pintu, kasih sayang segera terbang keluar ikut jendela. Saat itu sahabat dekat mula menjauh, kesusahan bagaikan banjir besar menghanyutkan segalanya pergi dan ianya hanya kembali apabila kita kaya semula”
Rajinlah berusaha. Wang bukan segala galanya. Namun banyak perkara dalam dunia sekarang perlukan wang anakku. Wang bukan raja. Wang adalah hamba perkasa yang memudahkan banyak perkara. ramai orang sedikit sedikit sebut Tuhan, pada hal hati mereka bersimpang simpang.
#20 – Cuba sedaya upaya supaya ada wuduk pada tubuh kita. Ianya adalah cara terbaik cucikan diri. Cuba mandi setiap kali sebelum masuk waktu. Tidak dapat kerana banyak masa di pejabat, mandi 3 kali sehari. Sebelum subuh, sebelum maghrib dan sebelum isya’. InsyaAllah kita rasa bersih dan tenang dari segi luaran. Sewaktu berdiri mahu solat, rasakan ketakutan luar biasa. Kita sedang menghadap Allah Raja dan Tuan kepada segala Raja.
Gambar sekadar hiasan.

Read More »

Tidur Selepas Subuh ? Kenapa Rasulullah Larang

0 comments

Jangan Tidur Selepas Solat Subuh

Tidak dinafikan ada sebahagian daripada kita menjadikan tidur selepas subuh sebagai satu amalan. 

Amalan ini adalah kurang baik kerana Rasulullah SAW sendiri melarang anaknya Fatimah r.a. tidur selepas subuh.

Ramai orang sering memperkatakan tentang larangan tidur selepas solat subuh.

Larangan ini bukanlah daripada kita, tetapi terdapat hadith Rasulullah SAW yang mana baginda melarang anaknya Fatimah untuk tidur selepas subuh.

Lihatlah kepada diri kita ini, ada sifat pemalas yang perlu diubah.

Jika kita tidak ubah tabiat pemalas kita ini, maka bermacam-macam impak negatif bakal menghanyutkan diri ke arah kemudharatan yang lebih besar.

Jika tidak sekarang, bila lagi bukan?



Takkan mahu tunggu usia sudah senja baru kita terhegeh-hegeh mengubah diri.

Ketika itu, tabiat pemalas kita sudah sebati dengan diri dan amat degil untuk disental segala kekotorannya yang sudah lama melekat dan merosakkan hati kita.

Tabiat Pemalas Yang Perlu Diubah

Cuba semak diri kita, mana 1 menjadi amalan seharian :

1. Bangun subuh lewat
2. Tidur selepas subuh
3. Melewatkan waktu subuh
4. Ala kadar je bangun subuh
5. Tak bangun pun solat subuh

Kenapa dari kecil lagi, kita dididik sebegini?

Diberi penekanan betapa pentingnya bangun subuh dan meraikan ke”subuh”an dengan cara tidak tidur semula seperti bebelan mak kita.

“Jangan tidur lepas subuh. Rezeki tak masuk nanti”

“Anak dara tak manis tidur banyak. Matahari terpacak atas kepala baru nak bangun”

Jika Mahu Bermuhasabah

Rasulullah SAW tidak tidur selepas menunaikan solat subuh kerana Allah memberkati umat ini yang berpagi-pagi,

“Ya Allah, berkatilah umatku yang berpagi-pagi.”

Untuk itu, para fuqaha’ memakruhkan tidur selepas solat subuh.

Walaupun hakikatnya tiada dalil dan hadis-hadis soheh mengenai larangan tidur selepas subuh, dan yang ada cuma pendapat daripada para ulama mengenai tidur selepas subuh adalah MAKRUH tetapi tiada larangan tidur selepas subuh.

Dinukilkan oleh Imam as-Safarini mengenai kemakruhan tidur selepas solat Subuh dan Asar :

“Dimakruhkan tidurmu -wahai mukallaf- selepas solat Subuh, kerana waktu itu adalah WAKTU MENCARI REZEKI dan berusaha (syara’ dan ‘uruf) di sisi orang yang BERAQAL”.

Tetapi, kita sedar tak wahai sahabat?

Kenapa seharian hidup kita tidak bermaya dan tidak bersemangat?

Kadangkala kita pernah menangis kerana tiada duit untuk bayar sesuatu yang penting, malah setiap hari kita pohon kepada Allah agar dimurahkan rezeki, tetapi seolah-olah tiada kesannya?

Kalau orang perempuan, bermacam-macam jenis pencuci muka dicubanya semata-mata nak “kulit bercahaya”.

Kalau orang lelaki pula, kerisauan yang tak menentu, jadi bermacamlah “ubat kuat” yang dipakainya.

Kita nak ke isteri macam ini?

Nak ke suami yang sebegini?

Masing-masing menggeleng tersengih sendirian.

Jika kita tak nak pasangan seperti sedemikan rupa, maka kitalah orang pertama dahulu yang kena berubah.

Bukan nanti, tetapi sekarang.

Masa Untuk Berubah

Maka untuk itu tidak ada alasan lagi untuk menyeru kepada Perubahan.

Buat diri, pastikan masa yang terluang selepas subuh diisi dengan pelbagai aktiviti yang bermanfaat.

Jangan tidur terlalu lewat jika sayangkan waktu keemasan di kala subuh.

Buat ahli jemaah, sudahlah diri sibuk, hanya masa ini sahajalah waktu untuk belajar.

Gunakan masa sebaiknya.

Buat suami, carilah rezeki. Jangan tidur.

“Kemudian setelah selesai solat, maka betebaranlah kamu di muka bumi (untuk menjalankan urusan masing-masing) dan carilah apa yang kamu hajati dari limpah kurnia Allah, serta ingatlah akan Allah banyak-banyak (dalam segala keadaan) supaya kamu berjaya (di dunia dan di akhirat).
– Surah Al-Jumuah (Ayat 10)

Buat isteri, masaklah, kemas rumah dan sebagainya.

Takkan hilang seri rumahtangga kalau kehidupan bermula sebelum terbit fajar.

Mak mertua pun tak bising lagi.

“Pesanan terpenting untuk para imam dan bakal imam terutamanya untuk diri sendiri, biasakan diri jangan tidur lepas subuh dan jangan tinggal solat jemaah di masjid, nanti selepas kahwin boleh didik isteri, kalau tak dua-dua hanyut.”

Buat pelajar, kalau nak tips study smart ingat hadith ini “kalau tidur selepas subuh papa dan tidur selepas asar boleh jadi ‘gila’.”

Jangan salah pilih waktu untuk belajar atau menghafal.”

Ibnul Qayyim pernah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Amalan seseorang di waktu muda berpengaruh terhadap amalannya di waktu tua.

Jadi jika seseorang di awal pagi sudah bermalas-malasan dengan sering tidur, maka di petang harinya dia juga akan bermalas-malasan pula.

Antara AKAL dan NAFSU.

Pertarungan ini hanya dimenangi jika manusia bersandarkan IMAN.

Jika tidak manusia sama sahaja seperti haiwan, tidak menggunakan akal dengan betul.

Pembaziran masa adalah perkara yang sangat merugikan.

Dan hanya syaitan yang suka pembaziran.

Masa itu ibadah. Semoga Allah memberi kebijaksanaan dan kekuatan untuk kita sama-sama mengikut perintah-Nya.

Sedang Nabi SAW melewati anaknya Fatimah RA yang sedang berbaring pada waktu Subuh, maka Baginda bersabda :

“Wahai anakku, bangunlah dan hadaplah rezeki Tuhanmu, dan janganlah engkau jadi dari kalangan orang yang lalai,

sesungguhnya Allah membahagikan rezeki manusia di antara terbit fajar hingga terbit matahari.”
(Diriwayatkan al-Baihaqi)

Jika kita tetap meneruskan amalan tidur selepas solat subuh, maka kita di antara orang-orang yang tergolong dalam kerugian.

Bukankah di pagi hari itu, adalah pembuka segala rezeki.

Jadi, marilah kita bermuhasabah bersama-sama.

Jika kita mampu mengangkat berat berkilo-kilo, tak akan selimut yang ringan tidak mampu untuk kita angkat.

Read More »

Tips Untuk Mengelakan Connection Broadband Putus-Putus

0 comments



Bagi pengguna Broadband Di Malaysia seperti Maxis,Celcom dan Digi.Mesti anda pernah mengalami connection internet yang putus-putus.Ini mungkin disebabkan Coverage yang tidak cantik atau sebab-sebab yang lain.

Disini nak berkongsi Tips untuk mengelakkan Connection internet,anda yang menggunakan broadband menjadi putus-putus(langging).

Cara yang digunakan ialah melakukan ping keatas Browser seperti google ataupun yahoo.Dengan mengaktifkan ping connection internet kita akan sentiasa aktif.Bagi pengguna Broadband jangan risau,kesan mengaktifkan ping connection tidak akan menpegaruhi kouta bandwith anda.




Cara-Caranya untuk Windows Xp

Click Start>>Run>>(masukkan ping www.google.com -t-|-1 )
Kalau anda menggunakan browers yahoo,hanya perlu tukarkan google kepada yahoo
Untuk memudahkan anda..anda copy tulisan berwarna merah selepas 2 paste kan dalam ruangan run.
Selepas itu click ok.. akan muncul imej seperti gambar di bawah


Jika muncul imej seperti Gambar diatas anda sudah berjaya mengaktifkan ping connection anda.Apa yang anda perlu lalukan**jangan close**biarkan saja
Jika muncul perkataan "request time out" bermakna connection anda mengalami putus-putus
anda perlu mengubahkan kedudukan tempat anda.

Cara-cara Untuk Windows seven
Sama saja... Click start>Search box>>(masukkan kode tulisan yang berwarna merah tadi)>>click ok.

Selamat Mencuba..

Read More »

DIPAKSA MENIKAHI PEREMPUAN CANTIK

0 comments

Seminggu lagi, aku akan menikah, tetapi hari ini aku masih di sini, kota besar, sendiri mengenangkan nasib. Tidak ada wang, tidak ada kereta, tidak ada kerja, tidak ada apa-apa selain, telefon murah, dan oh... telefon aku juga tidak punya kredit.

Sewa rumah pun belum aku bayar, tetapi aku akan menikah lagi seminggu. Majlisnya sederhana, bernikah dengan gadis kam
pung sebelah, di rumah ibu gadis itu, dan aku tidak kenal lagi siapa gadis itu. Orang tua aku yang mengaturkannya, dan aku masih terfikir-fikir, mengapa orang tua gadis itu, sanggup mengahwinkan anaknya dengan seorang lelaki seperti aku.

Aku lelaki yang apabila ditanya apa kerjanya, aku tidak tahu bagaimana harus menjawab. Aku memang bekerja tetapi, kerja sambilan di hotel, tolong kawan-kawan yang meniaga online di internet, ada sesekali mengikuti seminar MLM, dan banyak waktu duduk di rumah sewa, menatap akhbar mencari kerja.

Lalu, atas sebab apa ibu bapa gadis itu, sanggup menikahkan anaknya kepada aku, dan hantaran kahwinnya, cuma senaskah Al Quran, dan mas kahwin cuma RM80.00. Lebih menghairkan, semua kenduri ditanggung oleh keluarga si gadis.

Mengapa? Bertambah aku tidak mengerti, apabila, orang tua gadis itu, mengahwinkan aku dengan anak perempuannya yang cantik, yang bertudung litup. Ya, aku ada melihat gambarnya, dan atas sebab kecantikan itulah, aku walaupun dengan semua kehairanan itu, aku setuju juga dengan perkahwinan yang diatur keluarga ini. Ditambah cerita, perempuan itu lulusan universiti luar negara, berkerja sebagai pegawai kerajaan yang gajinya, cukup bagi membayar ansuran kereta BMW.

Pada mulanya, aku fikir aku ibarat tikus yang jatuh ke dalam guni beras, tetapi ketika majlis semakin hampir, aku mula terfikir, ada perkara yang disembunyikan. Adakah gambar yang diberi sama dengan wajah aslli perempuan itu? Adakah perempuan itu sebenarnya ibu tunggal? Atau yang paling menakutkan aku, perempuan itu sedang mengandungkan anak orang lain, dan aku menjadi 'pak sanggup'. Lalu, daripada sinilah kisah aku ini bermula.

***

Tengah hari itu aku nekad pulang ke kampung. Aku nekad, menyiasar latar belakang bakal isteri, dan mengapa ibu bapanya, sanggup melepaskan anaknya kepada lelaki seperti aku. Cuma tidak pasti, apakah cara untuk menyiasat, dan semasa di dalam bas aku kira beruntung, duduk di sebelah seorang lelaki yang peramah.

Kepada lelaki itu aku bertanya, “Bagaimana mahu tahu latar belakang bakal isteri kita?”

“Senang sangat. Kalau dia ada FB, buka FB dia, atau taip sahaja nama penuhnya di internet. Nanti adalah maklumat tentang dia. Kalau susah sangat, pergi tempat kerja dia, tanya kawan-kawan dia, atau tanya jiran-jiran dia.”

Untuk menyiasat tentang tunang aku itu di internet, nama penuhnya pun aku tidak tahu. Aku cuma diberitahu, namanya, Sarimah. Berapa ramai orang nama Sarimah di internet? Lalu aku ambil nasihat kedua lelaki itu, tanya rakan-rakan sekerjanya, dan mujur aku tahu gadis itu bekerja di pejabat KEMAS di pekan.

Sampai sahaja di kampung, aku pinjam motosikal ayah, terus ke pejabat KEMAS. Aku tidak tahu apa jawatannya, tetapi pejabat sebesar itu, berapa ramai sangatlah orang namanya sama. Tetapi agak tidak logik pula aku terus masuk ke pejabat dan bertanya berkenaan bakal isteri. Lalu akhirnya aku ambil keputusan menunggu dan memerhati di seberang jalan.

Aku fikir, mungkin pada waktu makan tengah hari, Sarimah dan wakan-kawannya akan keluar dan, apabila sudah cam wajah kawan-kawannya, semasa balik nanti boleh tanya tentang Sarimah. Itulah rancangan aku, rancangan yang diatur kemas. Lalu aku pun duduklah di atas motosikal menghadap pejabat kemas yang cuma setingkat.

Kemudiannya datang pula rasa menyesal, sebab pada jam 11 pagi, cuaca sudah terik. Di situ pula belum ada pokok yang rendang, kerana semuanya baru sahaja dicantas dahannya. Sudah panas terik, pengawal keselamatan di luar pejabat pula asyik meninjau-ninjau. Bukan pengawal keselamatan, malah orang yang lalu lalang di situ turut memerhati.

Aku lupa, ini pekan kecil, jadi segala perbuatan yang bukan kebiasaan akan menjadi perhatian. Perbuatan aku, yang duduk di hadapan pejabat kemas adalah bukan perkara biasa. Nampak terlalu aneh.

Akhirnya, aku semakin berasa menyesal kerana dari jauh aku lihat seorang perempuan keluar dari pejabat. Semakin dekat perempuan itu, semakin aku berasa berdebar. Wajahnya semakin jelas, dengan tudung kuning cair dan baju kurung biru muda. Dia adalah bakal isteri aku, yang aku cuma kenal namanya sebagai Saramih. Hanya itu.

Aku fikir, mahu sahaja menghidupkan motosikal dan kemudiannya terus pergi dari situ tetapi semuanya sudah terlambat apabila Sarimah berkata, “Awak Salman?”

Aku memberikan senyuman yang paling terpaksa pernah saya buat. Lebih terpaksa daripada senyum terpaksa apabila bertemu dengan cikgu semasa sekolah dahulu.

“Ya, saya. Awak boleh cam?”

“Kawan di pejabat yang beritahu, ada lelaki di sebearang jalan. Mereka mengusik saya, mungkin saya kenal, dan saya mula perasan wajah awak sama dengan gambar yang emak saya beri.”

Satu pejabat perasan aku menunggu di hadapan pejabat? Teruk betul cara aku mahu menyiasat. Kemudian pantas aku memerhatikan wajah Sarimah, dan ternyata wajah aslinya jauh lebih cantik daripada wajah pada gambar. Mungkin sebab itu gambar pasport. Orang tua dia pun satu, ambillah gambar lain. Ini tidak gambar pasport anak dia pula. Enhtah-entah, emak ayah aku pun berikan gambar pasport aku. Ketika itu juga aku rasa berdebar. Sebab, seingat aku semasa aku bergambar pasport, aku baru sahaja bangun tidur.

Aku perhatikan pula perutnya, tetapi tidak nampak ada apa-apa tanda perempuan mengandung. Pada ketika aku memerhati itu, aku perasan dia terus silangkan tangannya di perutnya dan terus aku berasa malu. Mesti dia perasan aku pandang perutnya, dan entah apalah dalam fikirannya sekarang.

Kemudiannya, aku perasaan lagi yang Sarimah ini perempuan yang berani. Berani untuk keluar berjumpa dengan aku. Kalau perempuan lain, tentu mereka tidak berani. Barulah aku sedar, inilah pertemuan pertama aku dengan bakal isteri aku. Pertemuan dalam keadaan yang agak aneh.

Selepas pertanyaan itu, kami tiba-tiba diam. Kami hanya berdiri di tepi jalan raya, sambil memandang ke arah yang sebenarnya agak aneh untuk dipandang. Aku memandang ke arah pokok dan Sarimah memandang ke arah motosikal ayah aku.

Aku tahu, ini keadaan yang tidak betul dan aku sebagai lelaki perlu menunjukkan contoh yang baik kepada bakal isteri aku. Jadi, selepas puas berfikir dan memberanikan diri, aku berkata, “Sudah makan?”

“Saya diet.”

Nasib baik dia kata dia diet. Bagaimana kalau dia kata, marilah kita makan, memang aku akan jahanam sebab di dalam dompet aku cuma ada lima ringgit. Mana cukup. Selepas itu, keadaan kembali sepi.

“Saya mahu masuk pejabat balik,” kata Sarimah sopan dan membuatkan aku lega.

“Saya pun mahu balik,” balas aku, dan rupa-rupanya lega aku tidak lama.

“Malam ini jemputlah datang rumah.”

“Datang rumah awak?”

“Ya, makan malam dengan keluarga saya.”

Aku diam. Berdebar-debar.

“Jemputlah sekali ayah dan emak awak kalau mereka tidak ada halangan.”

“Baiklah, selepas maghrib saya saya sampai.”

***

Sepanjang perjalanan balik aku berasa tidak puas hati dengan diri aku. Mengapa aku tiba-tiba menjadi kaku. Sepatutnya, pada waktu itulah aku banyak tanya bagi menyiasat mengapa dia dan keluarga dia memilih aku.

Cuma malam ini aku berasa sedikit gerun. Alamat rumah Sarimah, aku boleh tanya ayah aku, tetapi adakah aku patut bawa ayah dan emak aku sekali? Tidak.. tidak.... Bukannya aku tidak tahu, biasanya kalau emak ada sekali, habis semua rahsia anak dia ceritakan. Seronok betul cerita rahsia anaknya.

Lagipula aku ada banyak rahsia yang tidak patut Sarimah dan emak ayahnya tahu. Rahsia yang aku paling takut emak akan beritahu adalah, hampir setiap bulan aku masih lagi meminta duit daripada emak aku. Memang memalukan tetapi untuk pergi seorang diri pula, memang aku tidak yakin.

Akhirnya, aku ada idea paling bernas. Aku terus melencong ke rumah kawan lama aku, Rudy. Bukan setakat kawan lama, tetapi juga kawan karib. Aku yakin dia ada di rumah, kerana dia juga senasib dengan aku, belum ada kerja tetap. Bezanya, dia bertarung hidup di kampung, dan aku bertarung hidup di kota.

Sampai sahaja di rumah Rudy, aku lihat Rudy sedang duduk di tangga sambil bermain gitar. Itulah kemahiran Rudy yang aku sangat cemburu. Aku tidak pandai bermain gitar dan akibatnya.... oh... ada lagi rupanya kemahiran Rudy yang aku tidak ada. Rudy pandai mengorat gadis dengan bermain gitar, dan Rudy sangat berani berhadapan dengan perempuan, tidak seperti aku. Itulah akibatnya, aku tidak ada keyakinan apabila berhadapan dengan perempuan.

“Lama tak nampak,” kata Rudy sebaik aku duduk di sebelahnya.

“Taklah lama mana. Baru dua bulan lebih.”

“Lamalah tu.”

Aku diam, dan cuba mendengarkan petikan gitar lagu rock kapak, 'Suci Dalam Debu'. Aku cuba menyusun ayat, bagi mengajak dia menemani aku malam ini, tetapi belum ada ayat yang bagus.

“Aku dengar seminggu lagi kau nak kahwin. Kau tak jemput pun aku,” kata Rudy, dan itu secara tidak langsung memberikan aku jalan bagi melaksanakan rancangan aku.

“Ini majlis sebelah pihak perempuan, jadi mereka jempur sebelah perempuan sahaja.”

“Sebelah lelaki bila?”

Aku diam, kerana aku tidak tahu bila. Sebab dengan kewangan aku sekarang, hidang mi goreng kepada tetamu pun aku tidak mampu.

“Tengoklah. Kalau ada kad aku sampai ke rumah kau, kau pergilah.”

Rudy semakin merancakkan petikan gitarnya. Kini lagu Adele pula, 'Someone like you'. Entah mengapa, lagu yang temanya kecewa sahaja dia mainkan petang ini.

“Dia cantik tak?” Rudy memandang dengan senyuman penuh berharap.

“Cantik.”

“Macam mana kau jumpa dia?” Senyuman Rudy kini semakin tinggi harapannya. Harapan jenis apa aku tidak tahu. Mungkin harapan untuk melihat aku bahagia. Walaupun aku berasa seperti tidak logik pula harapan itu wujud daripada Rudy.

“Ayah dan emak aku jodohkan. Aku terima sahaja.”

“Kau tidak pernah jumpa dia?”

“Baru tadi.”

“Memang dia cantik?”

“Memang cantik.”

Rudy kini memperlihatkan pula wajah orang yang sedang gusar dan berfikir panjang.

“Apa kerja dia?”

“Pengawai di KEMAS. Aku tidak tahu jawatannya. Tetapi emak aku kata, pegawai tinggi juga.”

“Hmm... dia cantik, kerja bagus tetapi dia mahu kahwin dengan kau. Hairan.”

Aku menelan liur. Nampaknya Rudy juga sudah perasan sesuatu yang tidak kena. Dia pandang wajah aku.

Rudy menyambung, “Kau pun, bukannya kacak pun. Hairan-hairan.”

Aku tersenyum pahit. Aku akui, aku memang tidak kacak dan itu pun sebenarnya merisaukan aku juga.

“Kau tidak hairan?” soal Rudy.

“Memang aku hairan.”

“Kau sudah periksa latar belakang perempuan itu?”

Aku pandang wajah Rudy. Akhirnya peluang aku tiba.

“Malam ini kau ikut aku. Temankah aku ke rumah tunang aku.”

“Buat apa?” Rudy memandang hairan.

“Dia ajak aku makan malam di sana. Jumpa dengan ayah dan emaknya. Waktu itu aku fikir baru hendak siasat latar belakangnya.”

“Jadi kau pergilah sendiri.” Rudy kembali menyambung memetik gitar.

“Kau bukan tidak tahu aku. Aku segan. Aku perlukan kau temankan aku. Lagipun kau berani, mungkin kau boleh tolong siasat-siasat juga.”

“Siasat-siasat? Macam mana?”

“Tanyalah apa-apa soalan yang patut. Engkaukah berpengalaman dalam dunia percintaan. Mestilah tahu.”

Akhirnya selepas lama aku pujuk, Rudy pun setuju.

***

Malam itu, walaupun aku sudah salin alamat daripada ayah aku, tetap jugalah aku sesat. Aku sampai, selepas isyak, bukannya selepas maghrib. Aku lihat makanan sudah sedia terhidang di atas meja, dan nampak sudah sejuk. Mungkin perut Sarimah dan orang tuanya juga sudah lapar.

“Maafkan saya sebab lambat.”

“Tidak mengapa, masuklah,” kata seorang lelaki yang sebaya ayah aku. Mungkin dia adalah ayah Sarimah dan bakal ayah mertua aku.

“Ooo... inilah Salman. Ayah kamu kata kamu akan balik lusa, cepat pula kamu balik,” tegur seorang perempuan pula, yang aku yakin adalah emak Sarimah.

“Ada hal sedikit,” balas aku dan kemudian berkata, “Kenalkan ini kawan saya Rudy. Emak dan ayah saya tidak dapat datang.”

Kemudiannya, Sarimah keluar dari dapur dengan dan dia kelihatan sangat cantik. Terpegun aku dan aku sempat melihat wajah Rudy yang ikut terpegun.

“Untunglah kau,” bisik Rudy.

Selepas makan, kami duduk pula di ruang tamu dan pada waktu itulah, aku jeling-jeling Rudy supaya mula menjalankan kerjanya.

“Salman beritahu, yang ini kali pertama dia berjumpa dengan pak cik dan mak cik. Malah dengan Sarimah pun baru semalam berjumpa,” kata Salman memulakan bicara dan aku mula berdebar-debar.

“Ya, kali pertama berjumpa. Sebelumnya, kami lihat wajahnya dalam gambar pasport yang emak dia beri,” jawab ayah Sarimah.

Aku semakin berdebar-debar. Emak aku beri gambar pasport? Ah, sudah! Matilah aku.

“Tidak sangka, orang betulnya, kacak juga,” sambung emak Sarimah pula.

Aku mula berasa pipi aku panas. Jarang betul orang puji aku kacak. Kalau puji kacak pun, ada makna di sebaliknya. Entah-entah emak Sarimah pun cuma mahu menjaga hati.

“Itulah saya hairan. Sebab Salman beritahu, orang tua dia yang aturkan. Tidak sangka, zaman sekarang masih ada lagi perkahwinan yang diatur oleh orang tua. Apa rahsianya pak cik?” Rudy memang tidak menunggu lama. Terus sahaja dia bertanya sambil ketawa-ketawa kecil. Jadi, walaupun soalan itu serius, tetapi ia nampak seperti bergurau.

“Tidak ada rahsia apapun. Salman tidak beritahu kamu?”

Rudy pandang aku, kemudian dia padang ayah Sarimah dan menggeleng.

Terus aku kata, “Sebenarnya saya pun tidak tahu apa-apa.”

“Kamu tidak tanya ayah dan emak kamu?”

Pada waktu itulah, aku mula berasa menyesal. Ya, aku tidak tanya pun ayah dan emak aku mengapa dia pilih Sarimah. Yang aku tahu, emak aku cuma tanya, “Mahu emak carikan kamu jodoh?” Aku pun terus kata, “Boleh.” Tahu-tahu, dua minggu selepas itu, aku sudah bertunang dan dalam masa sebulan akan berkahwin. Itupun tunang guna duit emak aku. Memalukan betul.

“Saya tidak tanya.”

Ayah Sarimah mula ketawa kecil.

“Begini, saya dan ayah kamu itu memang sudah lama kenal. Suatu hari, borak-borak di kedai kopi, kami bercerita tentang anak masing-masing, kemudiannya terus bercerita berkenaan jodoh, dan akhirnya, terus kepada rancangan mahu menjodohkan anak masing-masing. Selepas itu, inilah yang terjadi,” jelas ayah Sarimah.

“Begitu sahaja pak cik? Mudahnya!” Rudy nampak terkejut, dan aku pun sebenarnya agak terkejut juga. Ya, mudahnya.

Emak dan ayah Sarimah hanya tersenyum lebar.

Ayahnya berkata, “Tidaklah semudah itu. Kami pun mahu yang terbaik untuk anak bongsu kami. Kami pun ada siasat latar belakang Salman.”

“Jadi pak cik tahu yang Salman ini menganggur dan tidak ada duit?” soal Rudy dan membuatkan aku geram tetapi dalam masa yang sama berasa sangat malu. Tiba-tiba aku berdoa supaya tubuh aku menjadi kecil, supaya senang aku menyorok bukan sahaja muka, tetapi seluruh tubuh aku di balik bantal.

“Tahu,” jawab ayah Sarimah sambil ketawa kecil lagi.

“Jadi?” Rudy menyoal sambil memusingkan tangan kanannya. Aku dapat agak Rudy sebenarnya mahu kata, “Jadi, mengapa masih pilih Salman?” Mungkin kerana tidak sampai hati, dia cuma buat isyarat tangan sahaja. Ya, aku tahu betul sebab sudah lama aku kenal Rudy.

“Itulah yang diberitahu oleh ayahnya. Katanya, anak dia tidak kacak, tidak ada kerja tetap, dan malah, bulan-bulan masih minta duit daripada emaknya. Tetapi, daripada situlah pak cik tahu, Salman ini akan menjadi suami yang baik.” Ayah Sarimah tidak lagi tersenyum, sebaliknya memandnag aku dengan wajah serius. Aku pula terus tunduk malu. Malunya aku. Rupa-rupanya mereka sudah tahu yang aku ini minta duit bulan-bulan daripada emak aku.

“Jadi?” Rudy sekali lagi menggerak-gerakkan tangannya.

“Ayahnya juga memberitahu, anak dia akan menelefon kampung, paling kurang dua kali seminggu. Dan, walaupun dia tidak ada pekerjaan tetap, kerjanya pun tidak menentu dengan gaji yang kecil tetapi setiap kali mendapat gaji, ayahnya memberitahu, dia tidak pernah lupa memberikan sedikit kepada emaknya. Walaupun cuma RM50. Jadi, bayangkan walaupun hampir tiap-tiap bulan dia tidak cukup duit, tetapi dia masih ada perasaan bagi membantu orang tua. Itulah namanya tanggungjawab!”

Aku tergamam. Aku sebenarnya tidak menyangka ayah aku menceritakan perkara itu juga kepada ayah Sarimah.

“Ooo... tanggungjawab,” Hanya itu kata Rudy sambil mengangguk-angguk

Ayah Sarimah menyambung, “Tanggungjawab itu, bukan bermakna apabila kita kaya sahaja kita perlu ada tanggungjawab. Tanggungjawab itu adalah sesuatu yang kita pegang semasa kita susah dan semasa kita senang. Lalu, dalam rumahtangga, bukan selamanya senang. Lebih banyak masa susahnya. Jadi, pak cik akan berasa lega, kerana tahu anak pak cik berada dalam tangan lelaki yang bertanggungjawab.”

“Betul juga pak cik. Lagipun Salman ini, setahu saya dia tidak pernah tinggal sembahyang dan tidak ada girlfriend sebab takut perempuan,” tambah Rudy yang membuatkan aku tersipu-sipu. Tidak sangka Rudy memuji aku.

“Sembahyang itulah perkara utama yang pak cik tanya daripada ayah dia, dan girlfriend pun pak cik ada tanya.” Ayah Sarimah kembali ketawa kecil.

“Susah mahu cari orang seperti pak cik pada zaman ini. Zaman sekarang, semua mahu menantu kaya,” tambah Rudy lalu aku nampak wajahnya tiba-tiba murung. Mungkin dia sedang bercerita tentang dirinya secara tidak sedar.

“Semasa pak cik mengahwini ibu Sarimah, hidup pak cik pun susah. Pak cik juga orang susah, cuma bekerja sebagai kerani, sedangkan ibu Sarimah itu anak orang kaya kampung. Alhamdulillah, keluarga isteri pak cik jenis yang terbuka. Lalu, mengapa pak cik tidak memberi peluang kepada orang yang susah, sedangkan pak cik dahulu pun diberi peluang. Yang utama, sebab dia susah bukan kerana dia malas, tetapi belum sampai rezeki. Besar bezanya, orang malas dengan orang yang belum ada rezeki. Kalau susah sebab duduk rumah dan tidur berguling-guling, memang pak cik tidak terima juga,” jelas ayah Sarimah dengan panjang lebar.

Aku berasa mula sedikit lega. Tidak sangka betul aku, begitu fikiran ayah dan emak Sarimah. Perlahan-lahan, perasaan malu aku itu mula berkurang. Perlahan-lahan juga, curiga aku kepada Sarimah ikut berkurang.

“Anak pak cik pun hebat juga. Dia ikut kata pak cik. Zaman sekarang, biasanya semuanya sudah ada boyfriend dan girlfriend,” kata Rudy. Aku tahu, Rudy juga sedang memasang umpan bagi mengetahui latar belakang Sarimah pula. Aku kembali berdebar-debar.

“Alhamdulillah. Pak cik sangat bersyukur diberi anak sebegitu. Mulanya, pak cik khuatir juga, tetapi selepas seminggu, Sarimah kata setuju. Cuma pak cik tidak tahu sebab apa dia setuju, mungkin Salman boleh tanya dia sendiri selepas nikah nanti,” kata ayah Sarimah, lalu dia, isterinya dan Rudy ketawa bersama. Tinggal aku dan Sarimah sahaja yang duduk terdiam-diam malu. Sempat aku menjeling Sarimah, dan bertanya dalam hati, “Mengapa kamu setuju dengan lelaki seperti aku?'

***

Alhamdulillah. Allah permudahkan kerja kami. Aku sudah sah menjadi suami kepada Sarimah, dan selepas bersalaman dengan Sarimah, gentar dan malu aku kepada Sarimah mula berkurang. Malah aku mula memanggil dia, 'sayang'. Lalu selepas kenduri, kini aku dan Sarimah sudah berada di dalam bilik, berdua-duan untuk pertama kalinya.

Aku masih ingat pertanyaan aku dalam hati, pada malam aku bertemu ayah dan emak Sarimah. Kini pertanyaan dalam hati itu aku luahkannya dengan lidah, “Sayang, mengapa sayang setuju untuk bernikah dengan lelaki seperti abang? Lelaki yang belum tentu masa depannya, dan mungkin juga membuat sayang derita.”

Tidak sangka, pertanyaan melalui lidah aku menjadi lebih panjang dan detail pula berbanding pertanyaan dalam hati.

Sarimah yang waktu itu sedang duduk malu-malu, memandang aku lalu menyalami tangan aku, dan berkata, “Ampuni Sarimah bang, ampuni Sarimah.”

Aku mula berdebar-debar dan tidak sedap hati.

“Ampuni apa sayang?”

“Sebab, Sarimah sebenarnya sempat curiga juga dengan abang. Sarimah sempat tidak yakin dengan abang. Malah Sarimah minta tolong kawan Sarimah, yang kebetulan tinggal berhampiran abang di kota supaya menyiasat latar belakang abang. Malah, Sarimah juga solat iskhtikarah hanya kerana ragu-ragu kepada abang.”

Debar aku kembali menurun. Rupa-rupanya, Sarimah lebih dahulu menyiasat latar belakang aku? Malunya aku. Tetapi sekarang dia sudah jadi isteri aku, lalu aku angkat kepalanya dan pandang ke arah matanya.

“Abang ampunkan. Abang pun minta maaf, sebab abang pun pernah juga berasa curiga kepada sayang.”

Sarimah tersenyum. Bukan senyum manis biasa, tetapi senyuman seorang perempuan yang bahagia, dan senyuman itu sangat ajaib kerana ikut membuatakan aku berasa bahagia. Mungkin inilah perasaan, bahagia yang datang daripada kelakuan kita yang membahagiakan orang lain. Tetapi persoalan aku tadi masih belum terjawab sepenuhnya.

“Jadi, apa kata kawan sayang?” lanjut aku mahu tahu. Risau juga kawan dia cakap yang bukan-bukan.

“Katanya, abang ini kerja tidak tetap. Motosikal pun pinjam motosikal kawan, tetapi katanya dia sentiasa melihat abang membaca ruangan akhbar mencari kerja, menghantar surat, dan sentiasa memeriksa peti surat. Maksudnya, abang ini seorang yang rajin berusaha. Katanya lagi, dia tidak pernah nampak abang keluar dengan mana-mana perempuan. Solat pun abang buat berjemaah di surau.”

Aku mula tersipu-sipu. Jadi bagi mengelak lebih tersipu-sipu, aku bertanya, “Tetapi orang secantik sayang takkan tidak ada orang mahu. Pasti ramai yang mahukan sayang, dan mungkin pasti juga yang ada sudah menghantar rombongan meminang.”

Sarimah sekali lagi tersenyum.

“Ya, memang ramai lelaki yang cuba dekat dengan Sarimah, tetapi Sarimah sangat takut. Sebab, teringat kepada kakak Sarimah?”

“Mengapa dengan kakak, sayang?” soal aku segera.

Sarimah pun bercerita panjang lebar, dan tahulah aku yang kakak dia sudah meninggal. Kakak Sarimah dahulu juga seorang perempuan cantik, dan ramai lelaki yang mahukan dia. Akhirnya, dia kahwin dengan lelaki pilihan hatinya sendiri. Lelaki yang kacak, berpelajaran tinggi, dan bekerja yang gajinya lumayan. Sayangnya, selepas setahun berkahwin, suami kakaknya mula berubah kerana belum mendapat anak. Mula balik lewat dan sering marah-marah.

Malah, apabila suami kakaknya dibuang kerja kerana krisis ekonomi, hidup mereka menjadi susah dan, suami kakaknya juga semakin besar perubahannya. Dia sudah tidak balik berhari-hari, apabila balik pula, hanya bagi meminta wang, marah-marah dan memberi sepak terajang. Kemudian pecahlah rahsia, rupa-rupanya suami kakaknya itu sudah ada perempuan lain. Lalu pada hari itu, dengan hati yang kusut, kakak Sarimah gagal mengawal keretanya lalu kemalangan dan meninggal dunia. Akhir ceritanya itu, terus aku genggam tangan Sarimah erat-erat.

“Sebab itulah, Sarimah takut bagi menerima mana-mana lelaki dalam hidup Sarimah. Malah, Sarimah juga sebenarnya sudah mengamanahkan ayah dan ibu mencari lelaki yang sesuai untuk Sarimah. Biar tidak kaya, biar tidak kacak, tetapi lelaki itu mampu membahagiakan hidup dengan kasih-sayang dan mendamaikan hati dengan agama.”

Akhirnya, semuanya sudah jelas. Mengapa ayah dan ibu Sarimah memilih lelaki seperti aku, dan mengapa Sarimah menerima aku dalam hidupnya. Genggaman tangan aku semakin kuat.

“Abang... jaga Sarimah. Jaga dan mohon jangan lukakan hati Sarimah. Mohon bang,” rayu Sarimah dan aku anmpak matanya mula ada air mata yang berkolam, dan kemudiannya air itu tumpah. Segera aku menyeka air mata Sarimah.

“Abang, bukan lelaki terbaik, dan abang tidak mampu berjanji menjadi suami yang terbaik untuk sayang. Abang cuma mampu berjanji, abang berusaha menjadi lelaki yang terbaik itu, dan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk sayang,” kata aku perlahan, dan Sarimah terus memeluk aku, dan aku perasan, bahu aku sudah basah dengan air mata Sarimah.

Tulisan:tuan bahruddin bekri

Read More »

USTAZ BERMIMPI TENTANG PESAWAT MAS MH370

1 comments


(mungkin mainan tidur.. sekadar berkongsi..)

Assalamualaikum.. Semalam, saya tidak bercadang kemana-mana ekoran seharian menahan sakit akibat gout. Sekitar jam 11 malam, sahabat lama saya (Fadli) datang ke rumah bersama adiknya. Tujuan mereka datang adalah kerana pinta saya ikhtiarkan mengubati Pak Cik mereka yang mengalami masalah sihir.

Kalau orang lain memang saya akan menolak. Tapi bila mengenangkan si Fadli ni kawan lama saya sejak dari darjah 1 dan kami pernah susah-senang bersama ketika bujang dulu, maka saya terima perlawaannya. Diringkaskan cerita, saya pulang ke rumah jam 3:10 pagi.

Lapar pulak perut saya bila sampai di rumah. Maka saya ajak isteri menemani saya makan di luar, di restauran yang hanya 2 kilometer dari kediaman kami. Sekitar jam 4 pagi, kami sudah ada di rumah. Mungkin kerana terlampau penat, saya terus lena sebaik saja kepala menghempas bantal.

Sebelum tidur, memang saya selalu bacakan Al-Kautsar 11 kali dan kemudian nyatakan seperti ini, “Ya Allah, kalau ada sesuatu untukku / pesakitku / penyakitku / apa saja, kau tunjukkanlah.” Entah kenapa malam tu saya terniat MH37O……

Saya melihat 2 pesawat terbang di udara. Sebuah adalah MH370 dan saiz kapal yang satu lagi lebih kecil berbanding MH370 tetapi bukan jenis kapal terbang tempur. Kapal terbang yang satu lagi itu juga bukan jenis pesawat komersial. Pada pendapat saya yang tidak arif tentang model kapal terbang, saya andaikan itu adalah pesawat persendirian.

Kedua-dua kapal itu terbang rendah di persisiran pantai yang kedudukan geografinya berbatu-batu besar. Saya kira pantai sebegitu bukan destinasi pelancongan kerana persisirannya membahaya untuk didiami..

Saya kemudian diperlihatkan suasana yang berlaku dalam kapal terbang MH370. Dari ruang penumpang, saya lihat masing-masing cemas di tempat duduk masing-masing. Melilau saya berjalan di dalamnya mencari krew penerbangan. Rupanya pramugari dan pramugara duduk di ruang belakang dan ruang depan berdekatan almari simpanan makanan. Ada dua bayi yang saya lihat menangis sambil ditenangkan ibu masing-masing. Mereka seolah-olah diberi amaran untuk tidak beralih dari tempat duduk. Wajah mereka ketakutan sama sekali.

Saya berjalan menuju ke ruang kemudi. Memang pelik bila saya lihat Kapten kapal dan pembantunya berhempas pulas menekan suis-suis yang ada dan cuba memusing stereng kawalan. Sepertinya, kapal terbang itu dikawal secara auto. Cemas wajah kedua-dua juruterbang tersebut.

Tiba-tiba, saya rasakan kapal terbang itu melencong ke kiri dan naik tinggi secara mendadak. Berhempas pulas Kapten cuba mengawal stereng pandu namun tiada apa-apa kesan. Tidak semena-mena kapal itu turun menjunam, kemudian terbang stabil membelah lautan. Saya terdengar suara di corong radio.

“You don’t ever try to change the route. There are no chance to turn back to your country. We control everything, we knew what you done inside”

Pemandangan saya ditarik keluar dari luar kapal terbang MH370. Saya seperti terbang di awan-awangan melihat kedua-dua pesawat di permukaan lautan yang saya tidak tahu namanya. Tiba-tiba, saya lihat pesawat yang satu lagi melepaskan sesuatu ke depan yang kemudian turun menjunam ke air sehala laluan MH370.

Kemudian, ruang air yang ditimpa ‘benda’ itu membuahkan letupan yang amat besar. Kapal terbang MH370 kemudian melalui ruang tersebut dan disedut ke dalam air dari ekor pesawat. Kelihatan ruang air di bawahnya berputar. Kapal terbang MH370 menjunam ke dalam air dari bahagian ekornya. Beberapa kali ia berpusing sebelum hilang dari pandangan.

Pesawat yang satu lagi melencongkan arahnya ke kiri dan terbang membelah awan. Saya masih di situ, memerhati kejadian yang tak pernah saya lihat dalam hidup. Sebaik saja air pusaran hilang, saya lihat dua serpihan besi terapung-apung di permukaan air. Serpihan itu terumbang ambing mengikut gelombang ombak yang ganas.

Saya tidak tahu apa yang berlaku pada nasib penumpang di dalam MH370.. Menitis air mata bila melihat kejadian itu. Tiba-tiba saya tersedar dari tidur… Termenung saya memikirkan mimpi yang dialami.

Saya berharap itu semua hanyalah mainan tidur dan sangat-sangat berharap kesemua penumpang di dalam MH370 masih hidup.. Sama-samalah kita berdoa akan keselamatan mereka.. Amin.


penulis 
Darul Manzil



Nota penting : pada 8 mac 2014 negara dan dunia digemparkan dengan kehilangan pesawat MAS MH370 yang membawa 239 anak kapal dan penumpang dari kuala lumpur ke beijing yang dianggap sesuatu kejadian yang misteri sehingga kini.    


Read More »

Misteri! Pengalaman Ngeri Rakyat Malaysia Di Segitiga Bermuda

0 comments

Misteri! Pengalaman Ngeri Rakyat Malaysia Di Segitiga Bermuda | Sebelum ini Melayukini.net pernah berkongsi sebuah artikel yang berkaitan tentang misteri Segi Tiga Bermuda yang sehingga kini masih belum terungkai (LINK). Apa yang kita pernah dengar ialah apabila sesiapa sahaja yang melalui di kawasan ini, jika bernasib baik ia mampu menyusuri dengan selamat, jika tidak adalah sebaliknya. Kini terdapat satu artikel yang menceritakan tentang pengalaman sebenar rakyat Malaysia ketika melalui perairan di Segitiga Bermuda ini.

Tanggal 8 April 2006 adalah hari yang paling diingati dalam sejarah kerana pada hari itulah aku ditugaskan untuk cover kapal kargo milik malaysia selendang ayu. pada hari itu juga adalah pengalaman pertama utk tugasan cover kapal kargo kerana banyak kejadian lanun yang menghantui pelayar-pelayar dari malaysia Apabila tugasan di mesir sudah tamat pihak SIB diberi tugasan baru dan Major ravi telah mengarahkan aku,bahtiar dan ramzul utk mengendali kes ini. Apabila kami ditugaskan tanpa membuang masa kami terus bersiap utk ke pelabuhan labuan dimana tempat kami akan berlepas. perjalanan menaiki helikopter milik ATM Augusta 109E lancar tanpa sebarang masalah.
petang menyinsing dan ketibaan kami disambut baik oleh krew kapal kargo selendang ayu yang difahamkan akan berlayar ke bahamas utk penghantaran perubatan dan keperluan bantuan mangsa ribut disana. pihak Malaysia begitu perihatin utk membantu walaupun bahamas adalah dibawah pemerintahan amerika namun atas dasar keperimanusiaan kerajaan kita tetap membantu.aku,
ramzul dan bahtiar di bawa ke dok yang menjadi tempat berehat yang berkeluasan 30 kaki dan berkatil tingkat hmm..bolehla walaupun bukan 5 star selesa la jugak. tapi salah seorang kene la tidur di lantai berlapikkan kain saja dan orang itu adalah aku sebab memang dah biasa dengan lantai-lantai ni. aku termenung seketika diatas tilam tempat bahtiar berbaring ramzul diatas pon tgh berbaring keadaan aku yang termenung itu disedari bahtiar lalu dia menegur. “weh apsal ko termenung bro”? sapa bahtiar sambil menolak bahuku. “Aku bukan apa aku hairan kenapa sampai nak kene cover kapal ni cube kamu tengok tadi ramai yang jadi pak guard depa senjata pon ada. jawab aku dengan penuh hairan. “Entah la aku pon pelik juga kenapa kita nak terlibat sekali kalau dah ada yang cover kapal ni”? sampuk ramzul yang aku dan bahtiar ingat dah bermimpi indah. tiba-tiba bahtiar menempik dalam nada yang sederhana “weii.. bukan ke kalau nak ke bahamas to kene lalu segitiga tu baru sampai sana”? “ha ah la mesti kene lalu segitiga setan tu..ahh sudah menyesal la pulak aku join cover ni” kata ramzul.
Aku hanya boleh membisu dan berfikir. Benar kata-kata bahtiar memang kapal ni akan melalui segitiga bermuda jika mahu sampai ke bahamas.Aku cuma tenteramkan mereka yang nampak gelisah..”segitiga je beb bukan segi empat ke segi lima yang korank risau apehal”? seloroh aku.. “ye la kamu jangan cakap sembarangan dah lalu nanti baru kamu tau penangan tempat tu”. kata-kata ramzul seperti meningkatkan lagi kerisauan bahtiar yang dari tadi seperti gelisah tak tentu pasal. ” dah.. cukup dengan segitiga korank.. ingat misi kita apa disini.. kita lakukan dengan profesional pasal dengan tempat puaka tu memang senjata kita tak lut pada mereka tapi apa guna kita ada Allah yang maha Esa? sekuat2 mana jin yang ada didunia ni tidak tertanding kuasa yang Allah ada.. tadah tangan kita mohon dengan penuh yakin pasti Allah tidak akan biarkan hambanya yang didalam kesusahan” madah aku dengan penuh yakin.


Perjalanan kami ke bahamas berjalan hampir 3 minggu lamanya kerana kapal ini kerap singgah di pelabuhan-pelabuhan utk mencari bekalan makanan dan pelepasan dari negara-negara yang telah kami masuki utk memastikan apa yang kami bawa bukan barang2 haram yang boleh membawa ancaman kepada negara-negara tersebut. apabila tiba di setiap perairan ada saja tentera marin ataupon penguatkuasa laut yang datang utk memeriksa. jika ada keraguan kapal kami ditahan sementara utk pengesahan.
Apabila kapal kami tiba di lautan atlantik satu detik hati yang begitu risau apabila melihat sekitar lautan yang tiada pulau bermakna kami berada di tengah-tengah lautan atlantik yang luas dan menurut kapten kapal inilah dia laluan segitiga bermuda. bahtiar dan ramzul seperti kerisauan melihat sesama sendiri. ketika berada di bilik kawalan kapal saya bertanya kepada kapten yang bernama zulfakar. ” apa… kapten tak berasa risau melalui laluan ni”? tanyaku dengan penuh berani.
ini pertama kali saya mengikuti laluan ni… sebelum ini kawan saya yang juga kapten kapal bernama john barios penah melalui laluan ini dan selepas dia menghantar barang di miami sesampainya beliau di pelabuhan para petugas menemui hanya dia seorang sahaja di atas kapal yang lain telah tiada walaupon semasa belayar sebanyak 30 crew yang menyertai pelayaran itu dari england.. dan beliau disahkan gila kerana setiap saat beliau mengatakan ada makhluk ganjil yang sedang mengganas di pertengahan laut atlantik seperti menunggu utk membaham kapal-kapal yang melalui laluan ini. sebab itulah saya juga mencari jawapan segala kebenaran yang dia katakan” kata beliau dengan nada yang sedikit kesedihan.


aku terdiam dan hanya menghayati kesdihan kapten zul yang benar2 terasa dengan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu. aku kembali ke bahagian tengah kapal dan melihat ke ke lautan yang sedikit berkabus. sut yang kami pakai mengelakkan daripada terasa kedinginan yg melampau tatkala angin lautan atlantik yang melanda sekala sekala deras.
ramzul dan bahtiar sudah melakukan rondaan sekeliling bersama dengan pasukan keselamatan yang ditugaskan menjaga keselamatan kapal ini. kebanyakannya melayu dan seorang adalah berbangsa sigh. dalam penghayatan aku di lautan tiba2 bahtiar menggoncang bahuku dengan laju ”weiii.. korang nampak tak kat sana?” tuju jari bahtiar ke selatan laut. aku dan ramzul pantas melihat.. namun aku dan ramzul tak dapat melihat apa2 kecuali kabus yang semakin tebal dan hitam. ”mana taka ada apa2 pon” pintas ramzul. ”ada aku mmg nmpak tadi” yakin kata2 bahtiar itu. ”apa yang kamu nampak” kata ku. ”aku nmpak kapal” jawab bahtiar. “Ahhh.. kapal pon mau kecoh ka? biasa la kapal memang lalu sini” pintas ramzul lagi. ” takk.. aku nampak kapal zaman portugis” yakin bahtiar lagi. ”biar betul kamu ni bahtiar”? tanya ku dengan penuh kepastian.


Aku sekali lagi mengamati betul2 apa yang bahtiar katakan, mataku melihat sekeliling apakah benar dakwaan bahtiar tadi, kabus semakin lama semakin tebal dan hitam. tiba2 mataku terpandang satu objek di selatan laut yang berada di dalam kabus2 semakin lama semakin objek itu menampakkan diri dan sah ianya sebuah kapal perang lama.. ”ramzulll.. minorrr” jerit aku meminta ramzul teropong. ramzul segera memberi padaku beliau pun sudah dapat melihat kapal tersebut. aku melihat kapal tersebut dengan teropong.. semakin lama semakin dekat dan apabila ternampak satu nama dikapal tersebut aku terus diselubungi keresahan.. mana taknya nama kapal tersebut dikenali sebagai SANTA MARIA kapal perang yang pernah dinaiki oleh kapten columbus pada tahun 1492 dan pernah melaui perairan atlantik ini utk mendarat di bahamas.
Hati aku sekali lagi berdegup detap apakah ini realiti kerana apa yang ternampak dimata disaksikan juga oleh para krew kapal yang lain.. mereka semua terpegun dengan kapal yang sudah berusia beratus lamanya belayar setara dengan kapal yang sedang kami naiki ini.. bahkan dari tadi kami rasakan seperti kelajuan kapal yang berada 500 meter dari kapal kargo kami ini setara sahaja. sekali lagi teropong diarah ke kapal berusia beratus tahun itu dengan tujuan ingin melihat penghuni dan crew kapal tersebut apakah ada penghuninya. tiada nmpak sebarang kelibat manusia pun didalam kapal tersebut.


Tiba-tiba siren kapal kargo kami kedengaran.. aku pantas naik ke dek pengemudi yang melihatkan kapten zulfakar dalam keadaan cemas.. ”apa yang terjadi kapten”? “entahlah saya tak pasti tetapi tadi saya ternampak seekor binatang yang besar sedang melintas didepan kapal seperti dinosour tengkuknya panjang dan pantas menenggelamkan diri” kata kapten zul. aku melihat kembali di luar.. kapal santa maria itu masih ada dan seiring dengan kapal ini. Awan tiba2 gelap di depan kami seperti ada ribut yang mahu melanda petir sekali sekala menyambar disertakan dengan guruh namun tanda2 hujan tidak kelihatan. Ramzul dan bahtiar kedua2anya seperti terpaku apabila dipanggil nama seperti tiada respon dari mereka.
Aku turun dan membaca bismillah kemudian dihembus kemuka mereka.. alhamdulillah mereka sedar.. ” apa yang kita nak buat ni?” kata bahtiar. angin semakin kencang.. para krew kapal bertempiaran sesama sendiri mencari perlindungan tatakala kapal seperti hilang keseimbangan… para pasukan keselamatan pun bnyak yang tergolek dan kami berpaut di sisi kapal aku melihat kedepan ”ahh kapal ni tak bergerak ni.. kabus itu yang datang menghampiri” kata ku. sebab aku kata begitu kerana melihat di awan terdapat beberapa ekor burung yang tidak bergerak dan masih berada di posisi sama begitu juga kapal santa maria yang seiring dengan kapal kami tidak seperti bergerak langsung. ramzul dan bahtiar masih berpaut dengan senjata masing2 dah jatuh kemana aku pon tak tau dengan keadaan kapal yang tidak stabil. ”ya Allah.. apa yang mahu kamu berikan ini aku dan rakan2 tetap tabah utk hadapinya” kataku di hati kecil”. dengan tak semana2 ada satu gelombang yang muncul didepan kapal merempuh kami dan kesemua krew termasuk aku dan rakan2 tersungkur jatuh dan muntah semuntah2nya ya Allah azab nya keadaan ini seperti nak tercabut nyawa ketika gelombang itu merempuh kapal kami.


kilat terus sambar menyambar dan kabus hitam tebal itu semakin hampir baru kami semua krew nak berdiri teguh kembali sekali lagi gelombang itu muncul dan menghentam kami.. Ahhh.. terbaring kembali dan muntah2 kami lagi dan senaknya hanya Allah sahaja yang tahu. aku gagahkan utk berdiri tatkala krew2 yang lain sudah seperti tak mampu utk berdiri termasuk rakan2 ku ramzul dan bahtiar.. aku terus meluru ke dek kapten melihatkan mereka juga dah terbaring dilantai dengan muntah2 yang berselerakan. aku papah kapten zulfakar dan terus kapten itu berkata “cepat AZAN.. tengok tuu” kapten menunjuk jari ke depan ..
Ya Allah kabus hitam itu menyerupai seperti sekujur tubuh manusia yang besar dengan gagah datang kearah kami.. dengan mulutnya terbuka luas seperti gembira mahu menjamah kami.. tatkala itu muncul satu pusiran air laut yang besar dibelakangnya.. hanya Allah yang mengetahui apa yang terjadi kepada kami ini dan hanya dialah sahaja penyelamat kami. Aku memberanikan diri dan terus kedepan kapal mengadap kabus lembaga itu dengan penuh kemarahan yang sedang mara dengan hanya 200 meter sahaja .. kapal ini tak bergerak. tangan kananku ditekup ke telinga dan dengan nafas panjang aku Azan dengan hati yang berserah padaNYA dan berkata hati ku ALLAH MAHA BESAR… ALLAH MAHA BESAR ..


biarlah nyawaku diambil lembaga ini dan selamatkanlah nyawa rakan-rakanku diatas kapal ini.. tengahku bertarung nyawa dedepan kapal terdengar pula dibelakang suara yang ramai melaungkan Azan.. wpt.dan apabila didalam kapal itu bergema Azan.. selesai Azan telingaku seperti dengan jelas terdengar dari mana datangnya tetapi dekat di telinga satu ayat berbunyi ” Wa ja ‘alna mim baini aidihim saddaw wa min kholfihim saddan fa agsyaina hum fa hum laa yubsiruun ” diulang banyak kali dan sememangnya jelas di anak telinga ini dan dengan sepontan aku mengikutinya dan krew2 yang hampir pon melafazkannya dengan izin Allah segala kabus hitam hilang dari pandangan termasuk kapal santa maria yang berada seiring dengan kami diikuti pula cahaya matahari yang terang seperti menghalau kabus2 hitam itu terus menguasai lautan. pusaran air juga hilang dari pandangan yang terlihat hanyalah sebuah lautan yang membiru. aku melutut kesyukuran dengan peluh membasahi seluruh tubuh menadah tangan sambil berkata ” TIADA SANGSI LAGI ENGKAULAH MAHA PENCIPTA DAN PENYELAMAT KAMI YA ALLAH SYUKUR KEHADRATMU” krew2 yang lain memapahku ke dok kapal kerana menyedari bertapa tidak bermayanya aku.
Keadaan pulih seperti biasa ramzul dan bahtiar seperti tidak percaya dengan apa yang aku lakukan diatas kapal ini dan tak seberapa lama kemudian kapal kami tiba di pelabuhan bahamas dengan penuh cerita yang terjadi dan mereka juga memahaminya melihat situasi kami yang sedikit tidak teruurus.wpt. apabila barang2 kargo di serahkan kami bermalam hampir tiga hari di bahamas macam-macam cerita yang kami dengar dari mulut penduduk itu sendiri perkara yang sama pernah terjadi kepada kapal yang lain dan yang bernasib baik lepas yang tidak akan hilang begitu sahaja. lautan atlantik pernah digelar seperti jalan mati oleh penjelajah lama yang bernama kapten columbus seorang kapten yang pernah mengemudi kapal santa maria yang kami jumpai di tengah lautan atlantik.


perjalanan pulang kami tempuhi dengan selamat apabila kebanyakan krew kapal berwirid dan berzikir. kami juga berjemaah beramai2 ditengah2 kapal bacaan yassin juga tidak terlepas dan apabila dibaca ayat 1-9 yassin itulah dia ayat yang didengar dicelah2 telinga semasa berhadapan dengan musibah yang terjadi. yang baiknya apabila ahli pasukan keselamatan yang berbangsa sigh mahu memeluk islam kerana melihat kebesaran yang benar dari Allah yang maha esa sehingga terbuka pintu hatinya utk memeluk islam. syukur alhamdulillah.. perjalanan kami selamat ke tanah air selepas 3 minggu belayar dari bahamas dan membawa pengalaman yang tak ternilai semasa berada di lautan Atlantik..
ALLAH MAHA BESAR… ALLAH MAHA BESAR.. wassalam…


Read More »